Let’s Try Yamada-kun… [chap 2]

 

Image

Tittle    : Let’s Try, Yamada-Kun

Author : SRM @ryewonhe4079

Lenght : chapter 2

Genre   : Romance, Friendship

Cast     : -Ryeosuke Yamada (Hey! Say! JUMP!)

              -Hikaru Karin (OC’s)

Other Cast : banyak 🙂 di cari aja satu-satu aja ya .-.v

Note     : PART 2 DATANGGGG!!! Ini author persembahkan untuk readers tercinta :* HAPPY READING ALL^^ Plagiator? Go away! :p

❤ ❤ ❤

”APA?!” teriak yora dan karin berbarengan. miko hanya mengangguk dengan senyuman lebarnya. Beberapa detik yang lalu, miko baru saja menceritakan tentang pacar barunya.

”sudah berapa lama, kalian pacaran?”

”sama seperti masa percobaannya karin-chan, satu minggu.”

”kau tidak bercanda kan miko-chan?” tanya yora masih tidak percaya dengan kenyataan yang di hadapi oleh temannya ini.

”tidak.”

”kau serius?”

”tentu.”

”kau benar-benar seriuskan?”

”sangat serius.”

”howaaa!!! Omedetoo gozaimasu miko-chan!” yora dan karin mengambil tangan miko, dan menggoyang-goyangkan tangan miko keatas kebawah (?)

”ah, aku harus pulang.” karin melepaskan tangannya, kemudian mengambil ransel yang tidak jauh dari posisinya.

”hei tunggu… tunggu…” cegah yora dan miko, membuat karin kembali duduk.

”apa?”

”kau akan pulang dengan yama-kun bukan?”

”entahlah. Tapi akan aku usahakan.aku pergi ya,” karin beranjak kemudian melambaikan tangan kepada kedua temannya. Baru beberapa langkah keluar dari kelasnya, sosok yamada sedang berjalan. Karin segera berlari menghampiri yamada.

”yama-kun!” yamada menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya.seulas senyum tipis tersungging di bibirnya. Lagi-lagi sifatnya berubah dengan cepat. Pikir yamada.

”ada apa?”

”tidak ada. Hanya saja aku senang miko-chan sudah mendapatkan pacar baru. yama-kun, kita pulang bersama-sama bagaimana?”

”engg… gomenasai karin-chan, hari ini aku ada les.”

”ah benar, yama-kun, pasti ada les hari ini.”

”lagi pula, karin-chan juga harus menyiapkan perlengkapan untuk menginap besok kan?”

”ah benar. Kalo gitu, aku pulang duluan yama-kun, sampai jumpa.” karin melambaikan tangannya, kemudian pergi meninggalkan yamada. lagi-lagi senyum tipis tersungging di bibir yamada. karin selalu membuatnya seperti ini.

❤ ❤ ❤

”yama-kun sedang apa ya?” karin duduk di latar rumahnya sambil memerhatikan layar handphonenya.

”ah aku telpon yamada saja.” karin mengambil handphonenya. tangannya sudah ingin mencari nomer handphone yamada, namun diurungkannya. Karin baru sadar, bahwa dia tidak memiliki nomer handphone yamada.

”aku tidak memiliki nomer handphonenya.” karin tertunduk lesu, kemudian meletakkan handphonenya kembali ke tempat semula.

”hei bodoh! Sedang apa kau diluar?” rika berdiri didepan karin yang masih tertunduk lemas. Rika adalah adik perempuan karin.

”rika-chan, aku tidak memiliki nomer handphonenya.”

”bodoh. Masuk ke dalam. Okaasan dan otoosan menunggumu untuk makan malam.”

”aku tidak lapar rika-chan, kau makan duluan saja dengan okaasan dan otoosan.”

”baiklah, biar saja kau kedinginan dan kelaparan disini. Aku tidak peduli.” rika hendak membalikkan badan, tapi diurungkannya.

”tch! Kau ini kenapa bodoh sekali sih. Kau kan bisa meminta nomer handphonenya besok.” karin menaikkan kepalanya. Wajahnya kembali berseri-seri. Karin baru menyadari bahwa dia bisa meminta nomer yamada besok.

”kau benar. Ayo kita makan.” karin beranjak, kemudian menarik tangan rika untuk masuk. Rika hanya menggeleng-geleng kepala. Kenapa dia bisa memiliki oneechan sebodoh karin?

❤ ❤ ❤

”hah…hah…hah…” karin membungkukkan tubuhnya. Kakinya benar-benar seperti ingin patah akibat mendaki gunung. Yora dan miko juga melakukan hal yang sama.

”ayo kita jalan lagi,” ajak karin semangat.

”AYO!” teriak yora dan miko yang juga semangat.

”karin-chan,apa kau ada acara khusus dengan yamada hari ini?”

”acara khusus? Engg… tidak ada.”

”tidak ada?!”

”tidak.”

”apakah yamada tidak ada rencana untuk menciummu?”

”ci-CIUM?!” teriak karin keras. Blushhh… sedetik kemudian pipi karin berubah menjadi merah padam.

”hei yama-kun,” sapa yora dan miko berbarengan.saat mereka berdua menyadari yamada di belakang karin.

”hei.” yamada membalas sapaan yora dan miko. Karin membalikkan tubuhnya, membuatnya menghadap yamada.

”ya-yamada-kun, ha-hallo,” sapa karin gagap. Yamada yang bingung dengan sikap karin hanya mengerutkan keningnya.

”kami duluan ya, karin-ssi, baekhyun-ssi,” yora dan miko melambikan tangan mereka, kemudian berlalu meninggalkan yamada dengan karin. Yang dijawab dengan anggukan yamada. karin hanya menatap miko dan yora tajam yang sesekali tertawa karena berhasil mengerjai karin.

”kau kenapa?”

”ti-tidak ada.” karin menggeleng kepalanya cepat dan semakin menundukkan kepalanya. Yamada mengangkat salah satu alisnya.

”benar, kau tidak apa-apa? Wajahmu memerah.”

”A-APA?!” karin mengangkat wajahnya, kemudian memegang kedua pipinya cepat. Yamada hanya tertawa kecil melihat tingkah laku karin. Benar-benar seperti anak kecil. Batin yamada. yamada berjalan mandahului karin yang masih memegang pipinya. Merasa pipinya sudah tidak terasa panas lagi, karin segera melepas tangannya. Hari ini dia harus meminta nomer telepon yamada.

”yama-kun!” karin berlari mengejar yamada yang berada beberapa langkah dari karin. Yamada berhenti, kemudian membalikkan badannya sambil memasukkan kedua tangannya di saku celana.

”ayo,” yamada dan karin kembali berjalan.

”enggg… yama-kun,” yamada menengok kearah karin yang tengah menunduk.

”itu…aku…” karin memainkan jari-jarinya karena gugup.

”aku… boleh minta nomer handphonemu?”

”ah, aku tidak hafal nomerku. lagi pula, handphoneku ada di dalam tas.” karin masih menunduk.

”ah benar, nanti jika ketauan sensei, bisa disita.ehehe,” karin menengok kearah yamada yang masih menatapnya.

Tap.

Yamada berhenti berjalan, kemudian diikuti dengan karin yang kebingungan. Yamada melepaskan ranselnya, kemudian membuka ranselnya dan mengambil handphonenya.

”ya-yama-kun…” karin tidak percaya dengan sikap yamada. yamada hanya memandang karin dengan cengiran lebarnya. Membuat mata kecilnya mengkerut. Benar-benar terlihat semakin tampan.

”karin-chan, ingin nomer handphoneku kan?”

”ta-tapi bagaimana kalo—”

”hei! Sudah dibilang jangan membawa handphone.” belum selesai karin menyelesaikan kata-katanya, komozaku sensei sudah mengambil handphone yamada.

”aku akan menyita ini,” tidak memberikan kesempatan pada yamada dan karin untuk memberi penjelasan, komozaku sensei pergi begitu saja.

”ya-yama-kun, i-itu… han-handphonemu…sen-sei…” karin menunjuk-nunjuk tubuh komozaku sensei yang sudah menjauh.

”hahaha.tidak apa-apa,” yamada tersenyum, kemudian menutup ranselnya dan memakainya lagi.

”ayo.” baru beberapa langkah berjalan, yamada berhenti, kemudian membalikan badannya lagi. Karin masih diam membeku di belakangnya.

”karin-chan,”

”aku akan mengambil handphonemu dari sensei.kau tenang saja.” karin berbalik membelakangi yamada kemudian berlari mengejar komozaku sensei. Yamada hanya diam memperhatikan tubuh mungil karin yang tengah berlari.

 

sensei, kumohon kembalikan handphone yama-kun.” karin berlutut di bawah kaki komozaku sensei. Dia harus meminta kembali handphone yamada.

”tidak bisa. Sudah peraturannya, yang membawa handphone kami sita.”

”tapi sensei, kumohon. Yama-kun benar-benar membutuhkan handphone itu. Sensei sebagai gantinya, kau boleh mengambil handphoneku ini, tapi kau harus mengembalikan handphone yama-kun.” karin mengambil handphone di saku celananya.

”kau juga membawanya hikaru karin? Kalau begitu ini juga ku sita!” komozaku sensei mengambil handphone karin. Karin hanya bengong kemudian berdiri dan berlalu.

”yama-kun pasti marah. Haaahhh, dan sekarang aku sudah di tinggal dengan teman-temanku.” karin berjalan dengan kepala ditunduk. Dia benar-benar lesu.

Tuk.

Sesuatu mengenai kepala karin, membuat karin mengusap-ngusap kepalanya karena kesakitan.karin menaikkan kepalanya dan di dapatinya yamada tengah berdiri di depannya sambil tersenyum.

”yama-kun,” karin berlari menghampiri yamada.

”bagaimana?”

”tidak berhasil. Bahkan handphoneku juga ikut tersita.”

”kau ini, harusnya kau biarkan saja.”

”bagaimana bisa? Handphonemu tersita karena aku.”

”sudah, biar nanti aku yang meminta di kembalikan.”

❤ ❤ ❤

”karin-chan, mau ikut kami jalan-jalan mengelilingi penginapan?” tanya yora.

”tentu.ayo!” karin beranjak dari posisi tidurannya, kemudian menarik tangan yora dan miko. Tempat pertama yang akan mereka lihat adalah taman belakang penginapan.

”wahh… indahnya.” teriak yora, karin dan miko berbarengan dengan wajah yang berseri-seri.

”karin-chan, yama-kun, belum mengajakmu kesini?”

”eng?” karin menggeleng lemah.

”kau tau tidak, mitos dengan taman ini?”

”apa?” tanya karin dan yora berbarengan.

”kata oneechan ku, bagi sepasang kekasih yang datang ke taman ini, kemudian berciuman, hubungan mereka akan langgeng. Tapi, jika sepasang kekasih datang kesini, kemudian mereka tidak berciuman, hubungan mereka akan sampai saat itu saja.”

”a-apa?”

”eng. Jadi karin-chan, kau dan yama-kun harus berciuman ditempat ini.”

”A-APA?!”

”kenapa?”

”ti-tidak.” karin menggeleng cepat, kemudian menghembuskan nafas. Sebenarnya karin ingin sekali berciuman dengan yamada disini, tapi dia tidak yakin apakah yamada mau mencium karin disini. Karin menghembuskan nafas lagi.

”ayo!” yora dan miko menarik tangan karin, untuk pergi dari taman belakang dan kembali ke ruangan mereka.

”miko-chan, karin-chan, mau ke kamar cowo?”

”boleh.” miko mengangguk setuju.

”a-apa? Ta-tapi kita kan ga boleh masuk kamar cowo.nanti jika ketauan sensei bagaimana?”

”sudah tidak apa-apa. Sensei tidak akan tau.”

”a-aku tidak mau ah”

”sudah ayo,”

”tidak mau.” karin menggeleng kepalanya, kemudian berbalik. Sebelum karin melangkahkan kakinya, yora dan miko sudah menarik tangan karin dan menyeret paksa karin untuk masuk ke kamar cowo.

”hei yora-chan, miko-chan, sudah ku bilang aku tidak mau.” yora dan miko mengabaikan perkataan karin, dan menyeret karin masuk ke kamar cowo, ketika pintu hendak di tutup, sosok yamada tengah menengok ke arah karin dan menatap karin dengan tatapan heran.

BRAK.

Karin membanting pintu. Dia tidak mau yamada salah paham, ”yama-kun!” karin berlari mengear yamada.

Tap.tap.tap.

Suara langkah kaki seseorang. Karin menyembunyikan tubuhnya, dia memiringkan sedikit kepalanya untuk melihat siapa yang tengah berjalan, dan orang itu adalah komozaku sensei. Keringat dingin membasahi wajah karin, mulutnya tidak berhenti komat-kamit. Berharap agar komozaku sensei tidak menemukannya.

Tiba-tiba seseorang menarik tangan karin untuk pergi dari tempat persembunyiannya. Perasaan hangat menjalari tubuh karin, ketika sosok yamada yang menarik tangannya untuk menjauhi persembunyiannya.

”lewat sini.” yamada masih terus membawa karin lari, hingga akhirnya mereka berdua sampai di taman belakang. Karin tercengang, ketika mendapati yamada membawanya kesini.

”kata oneechan ku, bagi sepasang kekasih yang datang ke taman ini, kemudian berciuman, hubungan mereka akan langgeng. Tapi, jika sepasang kekasih datang kesini, kemudian mereka tidak berciuman, hubungan mereka akan sampai saat itu saja.”

Perkataan miko tadi, berkelabat di benak karin. Untuk apa yamada membawaku kesini? I-ingin menciumku kah? Pertanyaan-pertanyaan semakin berkelabat di otak karin. Membuat pipinya merah.

”karin-chan, kau tak apa?” tanya yamada yang menyadari perubahan wajah karin.

”eng? Tidak. Aku tak apa. Ehehehehe.” karin menggeleng cepat, kemudian menepuk-nepuk pipinya.

”karin-chan… tau tentang mitos taman ini kan?”

”eh?” karin menaikkan kepalanya, membuat dirinya menatap wajah tampan yamada. karin mengangguk.

”karin-chan… ingin…” karin memelototkan matanya. Wajah yamada sudah berada beberapa centi dari wajahnya. Blushhh… pipi karin semakin memerah.

Kresek.kresek.

Yamada menjauhkan wajahnya dari karin, kemudian berjalan ke belakang karin. Karin yang tidak jadi di cium oleh yamada hanya bisa menunduk kecewa.

”ti-tidak jadi… itu artinya…” gumam karin.air matanya sudah berkumpul di kelopak matanya. Yamada berjalan kearah semak-semak yang berada di belakang karin, kemudian menyibakkan semak-semak dan di dapatinya yora dan miko tengah memberikan cengiran kepada yamada.

”hei yama-kun,” sapa yora, kemudian pergi meninggalkan taman dengan miko. Yamada hanya mengangkat alis kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya dan kembali menghampiri karin yang masih menunduk karena kecewa.

”karin-chan, kenapa lagi?” karin menaikkan wajahnya sambil memperlihatkan wajah tidak apa-apa yang dipaksakan.

”oh tidak apa-apa. Ehehehehe.”

”ini,” yamada mengambil handphone karin dari saku celananya, kemudian memberikannya pada karin.

”ini…bagaimana bisa?”

”aku yang memintanya, dan sensei memberikan kesempatan pada kita.”

arigato yama-kun,”

”karin-chan, ingin nomerku kan? Sekarang aku sudah inget nomer handphoneku. Hehehe.” yamada tertawa sambil menggaruk bagian belakang rambutnya.

”benarkah?”

”eng.” yamada mengambil handphone karin  kemudian memencet beberapa angka.

”ini,” yamada mengembalikan handphone karin. Wajah karin kembali bersinar, kemudian dia melihat LCD di handphonenya. A-APA?! Teriaknya dalam hati. Tentu saja! Yamada hanya menulis 081-xxx-xxxx

”sisanya kau cari sendiri ya.hehehe” karin hanya memandangi layar handphonenya tidak percaya. Ahhh dia mengerti sekarang apa maksud perkataan yamada waktu itu…

Flashback—

karin meletakkan kepalanya lesu. Dia tidak tau apapun tentang yamada dan itu yang membuatnya meletakkan kepalanya lesu. Padahal sudah tiga hari mereka menjalani masa percobaan, tapi karin tidak tau apapun tentang yamada. hanya tau nama yamada. hanya itu. Bahkan hal-hal sepele dia tidak tau. Karin menghembuskan nafas frustasinya.

”karin-chan, kenapa?” tanya miko dan yora menghampiri karin yang memang terlihat tidak bersemangat sejak pagi.

”yora-chan, miko-chan, aku tidak tau semua tentang yamada.”

”APA?!” teriak yora dan miko kaget. Karin hanya menghembuskan nafas beratnya kemudian mengangguk lemah.

”bagaimana bisa?” tanya miko yang di balas dengan hembusan nafas berat karin lagi.

”sudahlah karin-chan, yama-kun pasti akan memberitahukan semuanya tentang dirinya kok.” hibur yora. Lagi-lagi karin hanya mengangguk lemas sambil menghembuskan nafas beratnya.

”oh aku tau! Karin-chan, ingin tau semua tentang yamada secepatnya kan?”

haik. Bagaimana caranya miko-chan?” tanya karin antusias. Bahkan kepalanya sudah di letakkan lagi di atas meja. Wajah melasnya pun sudah pergi entah kemana. Yang ada hanya wajah bodoh yang terlalu berantusias. Miko mendekatkan kepala mereka satu sama lain dan mulai membicarakan rencana miko.

❤ ❤ ❤

Yora, karin dan miko berjalan keluar kelas. ”eh itu yama-kun,” yora menyikut perut bawah karin. Yang disikut hanya senyum-senyum tidak jelas.

”aku tau. Sudah ya,” karin melepas rangkulannya, kemudian berlari mengejar yamada di depan. Semoga berhasil… doa karin dalam hati.

”yama-kun!”yamada menghentikan langkahnya, kemudian membalikkan tubuhnya. ”hei karin-chan,” sapa yamada dengan senyum tipis di bibirnya. Mereka kemudian berjalan bersisian.

”enggg… yama-kun, ini,” karin memberikan selembar kertas bewarna kuning dengan gambar teaddy bear cokelat di bawahnya. Tertulis dengan besar BIODATA.

”apa ini?” tanya yama masih tidak mengerti.

”engg.. itu… aku kan belum terlalu kenal yama-kun, jadi aku ingin kita bertukar biodata.”

Tap.

Yamada menghentikan langkahnya. Membuat karin juga berhenti melangkah. ”karin-chan… kau ingin aku berhasil menyukaimu kan? maka kau harus mencari informasi tentang diriku sendiri hehehe.”

”aku duluan ya, bye karin-chan…”

”usaha sendiri ya…” gumam karin dengan lemas, kemudian dia menundukkan kepalanya.

❤ ❤ ❤

karin memasuki kelasnya dengan lesu, kemudian duduk di mejanya. Meletakkan kepalanya di meja. ”bagaimana?” tanya yora dan miko yang sudah mengerubungi meja karin. Karin hanya menggeleng masih dengan posisi kepala diatas meja.

”gagal ya?”

”HUAAA MIKO-CHAN, YORA-CHAN, TOLONG AKU!!!” teriak karin, membuat anak di kelasnya menengok kearah karin.

”sabar…” miko dan yora menepuk pundak karin untuk memberikannya semangat.

”apa kalian tidak memiliki ide yang lebih bagus lagi? Tolong aku… bahkan aku sama sekali tidak tau kapan ulang tahun yama-kun,”

”oh aku tau! Karin-chan, mungkin kage-kun bisa membantu.” karin dan miko menatap yora bingung.

”heiii…kalian lupa? Kage-kun dan yama-kun kan satu kelas. Pasti kage-kun tau segalanya tentang yama-kun. Lagi pula, dia pasti akan memberitahu karin-chan. Karena kage-kun sangat menyukai karin-chan bukan?”

”hei, kalian sedang membicarakanku? Hika-chan, ohayo,” sapa kage yang tiba-tiba muncul kemudian bergabung dalam kelompok karin.

”kage-kun, bisakah kami meminta bantuanmu?” tanya yora to the point tanpa menghiraukan perkataan kage.

”bantuanku? Apa?”

”kaukan waktu SMP sekelas dengan yama-kun, bisakah kau memberitahu kami informasi tentang yama-kun?”

”untuk apa? Apakah hika-chan yang meminta?”

”kumohon…” melas karin sambil menelungkupkan kedua tangannya di depan dada.

”baiklah, aku tidak bisa melihat wajah hika-chan seperti itu.”

”ok. Nah, sekarang beritahu kami semua tentang yama-kun,” perintah yora. Kage hanya nyengir kemudian menggaruk bagian belakangnya.

”enggg… sebenarnya aku tidak tau semua tentang yama-kun,”

”APAAA?!” teriak karin, yora dan miko berbarengan. Kage mundur beberapa langkah.

”hahhh… percuma saja.” karin kembali menjatuhkan kepalanya diatas meja.

”hika-chan, jangan sedih. Meskipun aku tidak tau tentang yama-kun, tapi aku punya temen yang memiliki semua informasi di sekolahku dulu,”

”benarkah?” wajah karin kembali bersemangat.

”ong. Besok akan aku beritahu hika-chan semua informasi tentang yama-kun,”

haik. Arigatou kage-kun.”

”ehehehe. Haik.”

❤ ❤ ❤

”karin-chan… kau ingin aku berhasil menyukaimu kan? maka kau harus mencari informasi tentang diriku sendiri hehehe.” karin berjalan memasuki kelas. Perkataan yamada dua hari lalu memenuhi kepalanya. Haruskah dia membatalkan rencananya. Ya, sepertinya dia harus membatalkan semuanya jika karin tidak ingin yamada marah dengannya.

”kage-kun!!!” karin memasuki kelas dengan rusuh. Dia harus memberitahu kage untuk tidak jadi mencari tau informasi tentang yamada.

”eh, hika-chan? Mencariku?”

haik. Informasi tentang yama… tidak jadi.”

”eng? Memangnya kenapa?”

”tidak. Tidak apa-apa. Hanya saja, aku ingin mencari tau sendiri.”

”tapi… informasi tentangnya sudah tersebar.”

”A-APA?!” karin memutar kepalanya ke kanan dan ke kiri, benar saja semua anak perempuan sudah memegang selembar kertas sambil membicarakan yamada. karin membalikkan tubuhnya, kemudian berlari keluar.

”eh hika-chan, mau kemana?” teriak kage yang kebingungan karena karin tiba-tiba keluar kelas.

”harus mencari yama-kun, harus mencari yama-kun,” mata karin mencoba mencari sosok yamada. karin mendapati yamada tengah berjalan masuk ke kelasnya.

”yama-kun!” yamada berhenti kemudian membalikkan tubuhnya.

”yama-kun,hah…go…ha…men…hah…” kata karin tidak jelas karena cape berlari. Yamada hanya mengangkat alisnya.

”hahahaha.” yamada hanya tertawa. Karin menenggakkan tubuhnya yang sedari tadi membungkuk. Sejujurnya dia bingung apa yang di tertawakan yamada.

”karin-chan lucu jika sedang cape berlari.”

”eh?” yamada berhenti tertawa, tapi masih meninggalkan senyuman kemudian memegang puncak kepala karin.

”ada apa?baru datang sudah mencariku?kangen denganku ya?”

”eh?! Bu-bukan itu…” karin menggerak-gerakkan kedua tangannya dengan cepat.yamada hanya tersenyum.

”lalu apa? Aku pikir karin-chan datang ke sini karena merindukanku.”

”eng? I-iya, i-itu…aku… sebenernya… aku merindukan yama-kun, tapi ada hal lain yang ingin aku sampaikan.” karin menundukkan kepalanya sambil memainkan jari-jarinya.semburat merah sudah tampak terlihat di kedua pipinya.

”aku tebak ya. Pasti tentang informasi itu.” yamada meletakkan ibu jari dan telunjuknya di dagu. Karin menaikkan kepalanya.

”ba-bagaimana yama-kun tau?”

”hehehe.”

”ta-tapi a-aku, tidak membacanya. Aku bahkan sama sekali tidak menyentuh kertas itu.”

”informasi itu tidak benar semua.”

”eh? A-apa?”

”em, semua palsu.”

”oh,hehehe begitu ya. Ternyata palsu.syukurlah.” karin menggaruk bagian belakang kepalanya.

”kalau begitu aku balik ke kelas ya.”

” karin-chan, pulang sekolah bareng ya?”

”eh?” apa?! Yama-kun ngajak pulang bareng? Ga salah kan?! Teriak karin dalam hati.

”mau kan?”

”i-iya mau.kalau begitu sampai nanti yama-kun.”

Flashback END—

❤ TBC  ❤

Gimana chapter 2nya? Ga seru ya? Maap .-. mohon di comment ya 😉 gomawo :*

 

Let’s Try, Yama-kun… Chap 1

Image

Tittle    : Let’s Try, Yamada-Kun

Author : SRM @ryewonhe4079

Lenght : chapter 1

Genre   : Romance, Friendship

Cast     : -Ryeosuke Yamada (Hey! Say! JUMP!)

-Hikaru Karin (OC’s)

Other Cast : banyak 🙂 di cari aja satu-satu aja ya .-.v

Note     : annyeong!!! Author balik lagi nih J kali ini buat FF jepang. Semoga suka ya, kalo FFnya kurang bagus dikritik juga gapapa. Kritikan kalian yang buat author semangat nulis. Oh iya, cerita ini author ambil dari komik. Tapi ga semuanya dari komik ya, ada juga ide-ide absurd author. Ya udah deh. HAPPY READING ALL^^ Plagiator? Go away! :p

❤ ❤ ❤ Continue reading